Ekspresi Wajah Manusia dalam Menanggapi Kehidupan Sebagai Ide Pada Penciptaan Karya Seni Grafis

Heri Iswandi

Abstract


Abstract

This work is titled ‘Human Face Expressions in Responding to Life as an Idea on the Creation of Graphic Art Work’. Facial expressions that arise from a person, originated from the interaction of what he sees and what is stored in his mind. In the work that is made, the visual expression of the human face drawn is more focused on Ninik Mamak. Ninik Mamak or better known as the headman is the adat leader (functional adat) in Minangkabau. Ninik Mamak's position is as a holder of sako datuk (datuak) for generations according to maternal lineage in the matrilineal system. The creator chose ninik mamak as an object on the theme raised. The work created is the result of borrowing figures from a number of ninik mamak faces in Minangkabau. Ninik mamak or better known by the name of the ruler is the traditional leader in Minangkabau. Mamin ninik's position as holder of sako datuk (datuak) is hereditary according to maternal lineage in the matrilineal system. Facial expressions born from mamak ninik will later create a response when facing a social conflict that occurs in life. Where culture and customs in Minangkabau began to erode by the development of modern times. This is aimed at introspection and awareness to the public of negative social behavior through mamak ninik's facial expressions and figures in Minangkabau. Cultivation of graphic art created using hardboard cut, hand coloring, and mixed media techniques.

Keywords :  Facial Expressions,Ninik Mamak,Graphic arts

Abstrak

Karya ini berjudul ‘Ekspresi Wajah Manusia dalam Menanggapi Kehidupan Sebagai ide Pada Penciptaan Karya Seni Grafis’. Ekspresi wajah yang timbul dari seseorang, berawal dari interaksi terhadap apa yang dilihatnya dan apa yang tersimpan di dalam pikirannya. Pada karya yang dibuat, visual ekspresi wajah manusia yang tergambar lebih dititikberatkan kepada Ninik Mamak. Ninik Mamak atau yang lebih dikenal dengan nama penghulu adalah pemimpin adat (fungsional adat) di Minangkabau. Jabatan Ninik Mamak  adalah sebagai pemegang sako datuk (datuak) secara turun temurun menurut garis keturunan ibu dalam sistem matrilineal. Pencipta memilih ninik mamak sebagai objek pada tema yang diangkat. Karya yang diciptakan merupakan hasil dari peminjaman figur beberapa potret wajah ninik mamak di Minangkabau. Ninik mamak atau yang lebih dikenal dengan nama penghulu adalah pemimpin adat di Minangkabau. Jabatan ninik mamak sebagai pemegang sako datuk (datuak) secara turun temurun menurut garis keturunan ibu dalam sistem matrilineal. Ekspresi wajah yang terlahir dari ninik mamak ini nantinya akan menciptakan respon ketika menghadapi suatu konflik sosial yang terjadi dalam kehidupan. Di mana kebudayaan dan adat istiadat di Minangkabau mulai terkikis oleh perkembangan zaman modern. Hal ini bertujuan untuk introspeksi dan penyadaran kepada masyarakat terhadap prilaku sosial yang bersifat negatif melalui figur dan ekspresi wajah ninik mamak di Minangkabau. Penggarapan karya seni grafis yang dibuat menggunakan teknik hardboard cut, hand colouring, dan mixed media.

Kata kunci : Ekspresi Wajah,Ninik Mamak, Seni Grafis

Full Text:

PDF

References


Amir. M.S, 1997, Adat Minangkabau, Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang. Jakarta: PT. MUTIARA SUMBER WIDYA.

Depdikbud, 1990, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka.

Feldman, Edmund Burke, 1967, “Art As Image and Idea”, terjemahan Sp, Gustami, 1996, “Seni Sebagai Ujud dan Gagasan”, Yogyakarta, BP ISI Yogyakarta.

Gie, The Liang, 1996, Filsafat Seni Sebuah Pengantar, Yogyakarta : Pusat Belajar Ilmu Berguna Yogyakarta.

Graves, Elizabeth E, 2007, Asal-usul Elite Minangkabau Modern, Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

Hakimy, Idrus, 1978, Pokok-pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Julius DT. Malako Nan Putiah, 2007, Mambangkik Batang Tarandam dalam Upaya Mewariskan dan Melestarika Adat Minangkabau Menghadapi Modernisasi Kehidupan Bangsa. Bandung: Citra Umbara.

Kartika, Dharsono Sony, 2004, Seni Rupa Modern, Bandung, Rekayasa Sains.

Kartika, Dharsono Sony, 2007, Estetika, Bandung, Rekayasa Sains.

Manggis, M. Rasjid, 1971, Minangkabau Sejarah Ringkas dan Adatnya. Padang: Sridarma Padang.

Maryanto, M. Dwi, 1988, Seni Cetak Cukil Kayu. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Maryanto, M. Dwi, 2004, Teori Quantum, Untuk Mengkaji Fenomena Seni, Yogyakarta: Lembaga Penelitian Yogyakarta.

Muchtar, Ahmad, 2011, Menelusuri Kembali Nenek Moyang Kita, Alam Takambang Jadi Guru. Jakarta: Yayasan Nuansa Bangsa Jakarta.

Navis, A. A, 1984, Alam terkembang Jadi Guru, Adat dan Kebudayaan Minangkabau, Jakarta : PT Temprin.

Rohman, Irvan Abdul, Panduan Menggambar Manusia Menggunakan Pensil, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.




DOI: http://dx.doi.org/10.36982/jsdb.v5i2.999

Refbacks

  • There are currently no refbacks.