REVITALISASI GERABAH TRADISIONAL GALOGANDANG DENGAN TEKNIK BATIK MENJADI PRODUK ESTETIK

Izan Qomarats, Hendra Hendra, Rahmad Washinton

Abstract


Pelatihan desain gerabah tradisional Galogandang dilakukan untuk menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap produk budaya lokal. Apalagi pembuatan gerabah di Galogandang sekarang ini hanya didominasi oleh ibu-ibu yang lanjut usia. Sedangkan belum tampak adanya generasi muda yang berminat melanjutkan dan mengembangkannya. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, maka lama kelamaan gerabah di Galogandang bisa tinggal sejarah. Salah satu upaya untuk itu adalah dengan pelatihan desain gerabah dengan motif batik khas Minangkabau. Kegiatan pelatihan yang tergolong baru untuk wilayah Sumatera Barat ini ditujukan untuk mempopulerkan gerabah tradisional yang dipadukan dengan motif kontemporer yaitu motif batik. Kegiatan ini dinilai efektif untuk mendongkrak popularitas gerabah tradisi dan mempromosikan motif batik khas Minangkabau yang belum banyak dikenal masyarakat. Pelatihan ini mengajarkan bagaimana membuat motif batik khas Minangkabau dengan menggunakan canting batik sehingga produk yang dihasilkan lebih menarik. Mendekorasi gerabah dengan teknik ini bisa menjadi solusi bagi pengrajin gerabah dalam memasarkan produk gerabahnya yang selama ini dibuat tanpa ada motif hias. Dengan kegiatan ini diharapkan akan bisa mempopulerkan kembali gerabah Galogandang dengan wajah baru yang lebih menarik. Kedepannya pengrajin juga bisa membuat beragam bentuk desainĀ  baru dari gerabah untuk disesuaikan dengan konsep motif kreasi yang dibuat.

Kata kunci : Gerabah, Desain, Motif Batik

Full Text:

PDF

References


Amstrong. Michael. 1990. Manajemen Sumber Daya Manusia.. PT Elek Media Komputindo. Jakarta

Mulyasa. 2006. Menjadi Guru Profesional. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Prawira, N. Ganda & Dharsono. 2003. Pengantar Estetika dalam Desain Seni Rupa. Departemen Pendidikan Nasional. Bandung.

Wulandari, Ari. 2011. Batik Nusantara Makna Filosofis Cara Pembuatan Dan Industri Batik. CV Andi Offset. Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.36982/jam.v4i1.1044

Refbacks

  • There are currently no refbacks.