Pelatihan Pendidikan Multikultural Berbasis Literasi Digital untuk Penguatan Kebhinekaan Global Bagi Guru MGMP PKn DKI Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.36982/jam.v9i2.5538Keywords:
Literasi Digital, Pendidikan Multikultural, Kebhinekaan Global, Pelatihan Guru, Pengabdian MasyarakatAbstract
Abad ke-21 ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Perubahan ini menuntut peningkatan literasi digital sekaligus penguatan nilai-nilai multikultural dalam proses pembelajaran guna mempersiapkan peserta didik menjadi warga global yang toleran, kritis, dan adaptif. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pelatihan pendidikan multikultural berbasis literasi digital yang ditujukan untuk memperkuat kebhinekaan global di kalangan guru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan melibatkan guru-guru MGMP PKN DKI Jakarta sebagai mitra utama, melalui enam tahapan utama: pengembangan media digital, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan intensif, implementasi model pembelajaran, monitoring dan evaluasi, serta penyusunan laporan akhir. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan signifikan kompetensi peserta, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 55,60 yang meningkat menjadi 96,40 pada posttest. Sehingga persentase kenaikan nilai sebesar 73,38%. Uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05), yang menandakan efektivitas pelatihan baik secara empiris maupun substantif. Secara konseptual, pendekatan ini didasarkan pada teori konstruktivisme sosial, prinsip andragogi, dan pendidikan kritis yang menekankan partisipasi aktif, refleksi kritis, serta pembelajaran kontekstual. Selain peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran multikultural berbasis digital, program ini juga mendorong kolaborasi melalui platform digital Multilidi, serta internalisasi nilai toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dan pendidikan multikultural merupakan strategi yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan dalam membangun kebhinekaan global di lingkungan sekolah, khususnya dalam konteks pendidikan abad 21.
Downloads
References
Anton, & Trisoni, R. (2022). Konstribusi Keterampilan 4c Terhadap Projek Penguatan Propil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Edu Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 2(3), 528–535. https://doi.org/10.47709/educendikia.v2i3.1895
Banks, J. A. (2006). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching (5th ed.). Pearson Education.
Benaziria, B. (2018). Pengembangkan Literasi Digital pada Warga Negara Muda dalam Pembelajaran PPKn melalui Model VCT. Jupiis: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 11. https://doi.org/10.24114/jupiis.v10i1.8331 DOI: https://doi.org/10.24114/jupiis.v10i1.8331
Budiman, H. (2017). Peran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 31. https://doi.org/10.24042/atjpi.v8i1.2095 DOI: https://doi.org/10.24042/atjpi.v8i1.2095
Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. Continuum.
Isabella, Suryati, & Hamim, S. A. (2023). Peningkatan Kemampuan Literasi Digital pada Mahasiswa dalam Pengembangan Organisasi dan Kepemimpinan. Jurnal Abdimas Mandiri, 7(2), 85–93. https://doi.org/10.36982/jam.v7i2.3130 DOI: https://doi.org/10.36982/jam.v7i2.3130
Kahfi, A. (2022). Implementasi Profil Pelajar Pancasila dan Implikasinya terhadap Karakter Siswa di Sekolah. DIRASAH: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Dasar Islam, 5 (2), 138-151. DOI: https://doi.org/10.51476/dirasah.v5i2.402
Knowles, M. S. (1980). The Modern Practice of Adult Education: From Pedagogy to Andragogy. Cambridge Book Company.
Koesoema, D., & Sabri, M. (2020). Kajian Pengembangan Profil Pelajar Pancasila (Vol. 21, Issue 1, pp. 1–9). Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Mery, M., Martono, M., Halidjah, S., & Hartoyo, A. (2022). Sinergi Peserta Didik dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Jurnal Basicedu, 6(5), 7840–7849. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3617 DOI: https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3617
Primasari, N. S., Rizki Amalia Elfita, & Luluk Khoiriyah. (2024). Peningkatan Kesadaran Keuangan Digital Melalui Literasi Berbasis Web untuk Mengatasi Resiko Pinjaman Online. Jurnal Abdimas Mandiri, 8(2), 91–97. https://doi.org/10.36982/jam.v8i2.4350 DOI: https://doi.org/10.36982/jam.v8i2.4350
Saputra, D., Zain, E. M., Hasanudin, H., Iskandar Alam, T. H., Akib, R., & Hartanti, R. (2025). Pendampingan Bahasa Inggris dan Membuat Konten Digital Sebagai Upaya Mendukung Promosi Pariwisata Pulau Misool. Jurnal Abdimas Mandiri, 9(1), 77–88. https://doi.org/10.36982/jam.v9i1.5025 DOI: https://doi.org/10.36982/jam.v9i1.5025
Sefton-Green, J., Nixon, H., & Erstad, O. (2009). Reviewing Approaches and Perspectives on “Digital Literacy.” Pedagogies: An International Journal, 4(2), 107–125. https://doi.org/10.1080/15544800902741556 DOI: https://doi.org/10.1080/15544800902741556
Sujana, A., & Rachmatin, D. (2019). Literasi Digital Abad 21 Bagi Mahasiswa PGSD: Apa, Mengapa, dan Bagaimana. Cureent Research in Education: Conference Series Journal, 1(1), 1–7.
UNESCO. (2018). Global Citizenship Education: Preparing learners for the challenges of the 21st century. UNESCO Publishing.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Japar, Nadhiroh, Ade Dwi Utami, Siti Muyaroah, Hermanto, Fitriyani, Minhatul Ma’arif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








