Workshop Seni Visual dengan Inspirasi Candi Sewu pada Masyarakat Cepit, Yogyakarta
WORKSHOP SENI LUKIS, SENI GRAFIS, SENI KERAMIK, ECO PRINT DENGAN INSPIRASI CANDI SEWU PADA MASYARAKAT CEPIT CONDONGCATUR, SLEMAN, YOGYAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.36982/jam.v9i2.5825Keywords:
Candi Sewu, Workshop, Seni VisualAbstract
Candi Sewu merupakan salah satu cagar budaya sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia (world cultural heritage) bisa didefinisikan telah diakui sebagai warisan di masa lampau. Setelah berkembang dengan bagusnya Candi sewu dan sekitarnya mengalami pembangunan maupun renovasi yang sangat progresif akan tetapi disisi lain, edukasi mengenai wacana makna dari cagar budaya dan warisan budaya dunia dengan melibatkan Masyarakat kurang begitu menggembirakan Hal tersebut membutuhkan solusi jitu yang dapat menyentuh lapisan Masyarakat. Sehingga dibutuhkan kolaborasi yang nyata dengan mengadakan pelatihan atau workshop. Kolaborasi dan elaborasi memang dibutuhkan untuk mencapai pewacanaan tersebut. Kolaborasi antara akademisi dan Masyarakat untuk menciptakan solusi yang berupa edukasi dan pewacanaan diaplikasikan dengan masyarakat Cepit,Condongcatur,Sleman, Yogyakarta dengan menciptakan karya seni visual bersama maupun karya aplikatif berbasis kreativitas. Banyak metode dalam melakukan Pengabdian kepada Masyarakat, dalam kegiatan ini penulis lebih memilih metode kolaboratif dan partisipatif dengan masyarakat Cepit Padukuhan Soropadan, Kelurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Yogyakarta. Metode kolaboratif dan partisipatif dinilai sangat efektif, karena dapat menyentuh lapisan masyarakat secara langsung. Kolaborasi yang baik antara Masyarakat dan akademisi khususnya dengan metode workshop atau pelatihan menghasilkan 10-20 karya yang berbasis cagar budaya dan warisan budaya yang mudah dicerna atau mudah dipahami, tidak hanya sekedar memperbaiki infrastruktur saja, tapi menyadarkan kepada masyarakat terutama usia dini sampai dewasa untuk melestarikan keberadaan warisan budaya yang berupa candi. Dengan pendekatan yang bersifat artistik-kolaboratif, pengabdian masyarakat ini mengedepankan penciptaan karya seni visual baik yang bersifat karya seni visual murni maupun karya seni visual yang diaplikasikan ke dalam produk dan tentunya hal ini sangat berdampak pada masyarakat.
Downloads
References
Adi, S. P. (2023). Transformasi Dan Transfigurasi Rongsok Dalam Seni Cetak Tinggi Melalui Perspektif Ecoart. ISI Surakarta.
Adi, S. P. (2021). Penciptaan karya seni grafis yang berbasis kearifan lokal guna membangun identitas bangsa. Senakreasi: Seminar Nasional Kreativitas Dan Studi Seni, 3, 36–40.
Adi, S. P., Tri, I. G. N., Studi, P., Rupa, S., & Seni, F. (2021). Pelatihan pembuatan miniprint dengan menggunakan media triplek di komunitas makmoer art project sukoharjo. Abdi Seni, 12(1), 45–50. DOI: https://doi.org/10.33153/abdiseni.v12i1.3748
Arissuta, D. P., & Adi, S. P. (2023). Workshop Keramik Teknik Pinch Untuk Anak-Anak SD Dengan Publikasi Video di Youtube. Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat Dan Pengabdian, 3(4), 805–814.
Djono, Utomo, T. P., & Subiyantoro, S. (2012). Nilai Kearifan Lokal. Humaniora, 24(3), 269–278.
Dumarçay, J. (1986). Candi Sewu dan arsitektur bangunan agama Buda di Jawa Tengah. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.
Eskak, E. (2013). Metode Pembangkitan Ide Kreatif Dalam Penciptaan Seni. Corak, 2(2). https://doi.org/10.24821/corak.v2i2.2338 DOI: https://doi.org/10.24821/corak.v2i2.2338
Handoko, C. T., Khoiriyah, S., Aribowo, W., Pranoto, Mudyantini, W., Wahyono, S., Syahwan, F. L., Jimmyanto, H., Adabi, C. R., & Aulia, A. A. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penerapan Teknologi Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Komunitas di Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Abdimas Mandiri, 9(1 SE-Articles), 33–43. https://doi.org/10.36982/jam.v9i1.4916 DOI: https://doi.org/10.36982/jam.v9i1.4916
Kartika, S. D. (2016). Kreasi Artistik perjumpaan tradisi modern dalam paradigma kekaryaan seni. Citra Sains.
Marianto, M. D. (2018). art & levitation Seni dalam Cakrawala. Public Book.
Pandanwangi, A., Dewi, B. S., Apin, A. M., Damayanti, N. Y., Sungkar, A., Rianingrum, C. J., Wilastrina, A., Lestari, D., Primayanti, N., Adi, S. P., & others. (2021). Peradaban Batik. Ideas Publishing.
Pilliang, Y. A. (2018). Medan Kreativitas Memahami Dunia Gagasan. Cantrik Pustaka.
Prawita Arissuta, D. (2023). Adaptasi Kisah Relief Candi Sojiwan Dalam Media Keramik Benda Keseharian. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Ridwan, I. R. (2016). Dampak industri terhadap lingkungan dan sosial. Jurnal Geografi Gea, 7(2). DOI: https://doi.org/10.17509/gea.v7i2.1716
Soekmono R. (1995). The Javanese Candi. DOI: https://doi.org/10.1163/9789004644946
Wibowo, N. M., Widiastuti, Y., Siswadi, Ni’am, A. C., Abdillah, N. M., Ayu Pramono, V. T., Putri, L. A., Boimau, Y., & Ghifari, F. H. (2024). Pemberdayaan UMKM Batik Jombang Melalui Green Innovation Menuju Green Batik Industry. Jurnal Abdimas Mandiri, 8(3 SE-Articles), 210–219. https://doi.org/10.36982/jam.v8i3.4642 DOI: https://doi.org/10.36982/jam.v8i3.4642
Widayat, R., Khizal, M., Saat, M., & Adi, S. P. (2020). The Aesthetics and Meaning of Traditional Paintings : Forbidden Wealth ( Pesugihan ) by Tjitro Waloejo in Surakarta. Wacana Seni Journal of Arts Discourse, 19, 29–45. https://doi.org/https://doi.org/10.21315/ws2020.19.3 DOI: https://doi.org/10.21315/ws2020.19.3
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sigit Purnomo Adi, Dona Prawita Arissuta, Dyah Yuni Kurniawati, Fika Khoirun Nisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








