Kajian Bentuk dan Makna Ragam Hias Songket Lepus Berakam Palembang
DOI:
https://doi.org/10.36982/jsdb.v11i2.6956Keywords:
Textile, Form, Meaning, Ornamentation, Lepus berakam SongketAbstract
Songket Lepus berakam is a form of cultural heritage in the form of textile craftsmanship originating from Palembang City. This study aims to examine the forms of decorative patterns and the meanings of the ornamental motifs of Songket Lepus Palembang, which are influenced by the environmental conditions and socio-cultural context of the Palembang community. In addition, this research also analyzes the forms of decorative motifs of Songket Lepus berakam, including their colors and philosophical values embedded in the motifs of Songket Lepus Palembang, in order to deepen knowledge of songket weaving craftsmanship. The methodology used in this research is a qualitative method with a socio-cultural approach. Songket Lepus berakam consists of three main motif sections, namely: (1) the border motifs of the fabric; (2) the central body motifs of the fabric; and (3) the end section motifs of the fabric. The border motifs feature decorative elements such as umpak bintang simbar. The central body motifs include kembang bintang, tanjung, and mawar patterns. Meanwhile, the end section motifs consist of pucuk rebung combined with kembang kunyit designs. The colors applied in this songket are gold and maroon red. All decorative motifs are systematically arranged, forming various geometric patterns. This study is expected to contribute to the knowledge of Indonesian textile crafts, which are rich in distinctive regional motifs and colors. Furthermore, it is hoped that the younger generation will be able to preserve the cultural heritage of Palembang society in line with contemporary technological developments
References
Arifin Zainal. (2006). Songket Palembang: Indahnya Tradisi Menenun Sepenuh Hati. Jakarta: Dian Rakyat.
Aris kurniawan. (2024). Pengertian Strategi Tingkat, Jenis, Bisnis, Integrasi, Umum, Para Ahli.
Bagus, U., & Misnawati, D. 2023. Makna Simbolik Motif Nago Besaung pada Kain Songket di Fikri Songket Kota Palembang. Nivedana : Jurnal Komunikasi dan Bahasa, 4(1), 57-64.
Efrianto. 2012. Songket Palembang: Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya di Provinsi Sumatera Selatan. Padang: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Danesi, Marcel. 2012. Pesan, Tanda, dan Makna. Yogyakarta: Jalas Sutra.
Departemen Pendidikan Nasional, 2000, Tenun Tradisional Sumatera Selatan, Sumatera Selatan, Depdiknas.
Departemen Pendidikan Nasional, 2001, Peralatan Upacara Daur Hidup Masyarakat Palembang, Sumatera Selatan, Depdiknas.
Dicky Maryoga Hutadjulu. 2022. Examining Multicultural Representation in Lepus Songket of Palembang. Dinamika Sosial Budaya, Vol. 24, No.1, pp 1 – 8, e-ISSN: 2580-8524. DOI: https://doi.org/10.26623/jdsb.v24i1.3336.
Efrianto, dkk. 2012. Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya Songket Palembang di Provinsi Sumatera Selatan. Padang: Balai Pelestarian Nilai Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Elza Nopriani. 2024. Tenun Songket dan Budaya Lokal dalam Membangun Identitas Masyarakat Palembang. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS). https://dinastirev.org/JMPIS. DOI: https://doi.org/10.38035/jmpis.v5i6.
Gustami, SP, 2000, Pengerjaan Mebel Jepara: Kajian Estetika Melalui Pendekatan Multidisiplin, Yogyakarta, Kanisius.
Lestari, A., & Hera, D.W, 2021. Makna Motif Nago Besaung pada Kain Songket Pengantin di Rumah Songket Adis Palembang. Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain, 24(2), 135-142.
Linny Oktovianny. 2021. Kajian Etnolingusitik dan Leksikon Kain Tradisional Masyarakat Palembang. Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS). ISBN: 978-623-94874-1-6. https://jurnal.uns.ac.id/prosidingsemantiks.
Maryeti, et al., 2010. Rampai Budaya : Rumah Tradisional, Sistem Pewarisan Songket Palembang, dan Adat Minangkabau. Sumatera Barat: Padang Press.
Mainur, M, 2018. Motif Bungo Pacik pada Kain Tenun Songket Palembang. Jurnal Sitakara, 3(1), 69-79.
Muhammad Fathur Hidayat. (2025). Implementation Of Local Wisdom: Penerapan Ornamen Kain Songket Palembang Pada Bangunan, Ruang Publik Dan Infrastruktur Di Kota Palembang. Jurnal Arsitektur Arcade.
Museum Nasional. (2022). Koleksi. [On line]. Diakses dari: https://www.museumnasional.or.id/category/koleksi/.
Patriansah, M., Verdianto, V., & Riansyah, N. (2025). Representasi Estetika Batik Sumatera Selatan: Koleksi Museum Balaputera Dewa. Besaung: Jurnal Seni Desain dan Budaya, 10(3), 482-511.
Patriansyah, M., & Hariansyah, Y. (2018). Kajian Fungsi Ornamen Rumah Tradisional Kampung Arab Al-Munawwar. INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication), 3(1), 83-104.
Rizali, Nanang, 2001, Tinjauan Filosofis dan Semiotik Batik Kawung, Bandung, Jurnal Wacana Seni Rupa, STISI.
Rustarmadi, 2012,MaknaSimbolis Ragam Hias Pendapa Teras Candi Panataran. Jurnal: Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya.
Nanang, Rizali. 2003. “Seni: Estetika, Logika, dan Etika”. Jurnal Wacana Seni Rupa. Jil. 3 Nomor 6 Tahun 2003.
Nadina Sukma Salim. 2016. Kain Songket Palembang dengan Penerapan Teknik Batik sebagai Produk Fesyen. J. Vis. Art & Design, Vol. 7, No. 2, June2016, 92-115. DOI:10.5614/j.vad.2016.7.2.2.
Rahayu, Dwi, 2004, Kajian Bentuk dan Makna Batik Kasumedangan, Bandung, Skripsi, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB).
Syahrofie. 2007. Songket Palembang (Nilai Filosofi,Jejak Sejarah dan Tradisi). Palembang:Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Selatan.
Saripudin, didin. 2007. Sosiologi Antropologi Pendidikan. Bandung. Masagi Faundation.
Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.
Sumardjo, Jakob, 2000, Filsafat Seni, Bandung, Percetakan ITB.
Sumardjo, Jakob, 2006, Paradoks Estetika, Bandung, Sunan Ambu Press.
Suwati, 2007, “Ragam Kain Tenun Ikat Tradisional Indonesia,” Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Syafrial, 2006, “Pergeseran Estetika Visual Pada Desain Songket Pandai Sikek Asal Sumatera Barat,” Bandung, Skripsi, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung.
Syarofie, Yudhy. 2012. Songket Palembang, Nilai Filosofis, Jejak Sejarah, DanTradisi Palembang. Palembang : Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan Dinas Pendidikan Kegiatan Pembinaan dan Kreativitas Seni Budaya.
Romas Tahrir, Tjetjep Rohendi Rohidi, & Sri Iswidayati. (2017). Makna Simbolis dan Fungsi Tenun Songket Bermotif Naga pada Masyarakat Melayu di Palembang Sumatera Selatan. Katarsis: Jurnal Pendidikan Seni, Vol 6 No 1 (2017)(Vol 6 No 1 (2017)), 9–17.
Tabrani, Primadi, 2005, “Bahasa Seni Rupa,” Bandung, Penerbit Kelir.
Widagdo, 2001, "Desain dan Budaya," Bandung, Kementerian Pendidikan Nasional.
Yan Yan Sunarya. (2010). Songket Palembang. Jakarta. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Netty Jliana u, Qothrun Nada Ma ruf Batu Bara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.











