Media Pembelajaran Tari Tepak Keraton Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Palembang
DOI:
https://doi.org/10.36982/jsdb.v11i1.7016Keywords:
Visual Communication, Learning Media, Tari Tepak Keraton, Cultural Preservation, Design ThinkingAbstract
Tari Tepak Keraton is one of the intangible cultural heritages originating from Palembang, Sumatera Selatan, which holds high historical, philosophical, and aesthetic values. However, it faces challenges in terms of regeneration, low interest among younger generations, and the lack of engaging and easily understandable learning media. This project aims to design and introduce a visual communication–based learning medium through an educational video of Tari Tepak Keraton for elementary school students aged 9–12 years in Palembang. The method used in this design process is the Design Thinking approach, which includes the stages of empathize, define, ideate, prototype, and test. Data were collected through observation, interviews, and literature studies related to culture and Visual Communication Design.The educational video is designed to be interactive and expressive, featuring clear and easily understandable narration, as well as a layout that represents the cultural character of Palembang. Through this learning medium, it is expected to enhance children’s understanding and interest in preserving Tari Tepak Keraton as a cultural identity of Palembang
References
Asshiddiqi, M., Rahman, A., & Putri, N. (2024). Globalisasi dan tantangan pelestarian budaya lokal di era digital. Jurnal Sosial Humaniora Indonesia, 8(1), 1–10.
Astriani, L. (2018). Pengembangan media pembelajaran untuk sekolah dasar. Bandung: Alfabeta.
Azizah, N. (2018). Nilai estetika dan filosofi dalam Tari Tepak Keraton Palembang. Jurnal Seni dan Budaya Nusantara, 5(2), 40–52.
Brown, T. (2009). Change by design: How design thinking transforms organizations and inspires innovation. New York, NY: Harper Business.
Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Dondis, D. A. (1974). A primer of visual literacy. Cambridge, MA: MIT Press.
Kemendikbudristek. (2023). Laporan statistik kebudayaan dan pendidikan tahun 2023. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Male, A. (2017). Illustration: A theoretical and contextual perspective (2nd ed.). London: Bloomsbury Academic. DOI: https://doi.org/10.5040/9781474263054
Pramuditya, R., & Novitasari, D. (2022). Pengaruh media sosial terhadap preferensi tari remaja di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(2), 80–95.
Soedarsono. (2001). Metodologi penelitian seni pertunjukan dan seni rupa. Yogyakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Brown, T. (2008). Design thinking. Harvard Business Review, 86(6), 84–92.
Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika: Sebuah pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Patriansah. (2023). Peran tipografi dalam desain komunikasi visual. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 5(1), 1–10. DOI: https://doi.org/10.30812/sasak.v5i2.3435
Lidwell, W., Holden, K., & Butler, J. (2010). Universal principles of design (2nd ed.). Rockport Publishers.
Handayani, R. (2018). Perancangan Visual Learning dalam Pembelajaran Tari
Tradisional. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 4(2), 101–110.
Husain, F. (2017). Tari Tepak sebagai Identitas Budaya Kota Palembang. Jurnal
Seni dan Budaya, 15(3), 55–63.
Karim, S. (2021). Implementasi Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran Budaya
Lokal. Jurnal Teknologi Pendidikan, 9(4), 121–130.
Lubis, A. (2018). Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Pelestarian Seni Budaya.
Jurnal Studi Budaya, 6(1), 22–30.
Meutia, I. (2016). Analisis Visual Media Pembelajaran Tari pada Siswa SMA.
Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(2), 45–53.
Nasution, B. (2020). Desain Komunikasi Visual sebagai Pendukung Media EdukasiBudaya. Jurnal Kreatifitas Teknik, 11(1), 76–85.
Prabowo, T. & Iskandar, F. (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komunikasi Visual. Jurnal Pendidikan Multimedia, 7(1), 15–26.
Putra, D. (2018). Kajian Tari Tepak dalam Konteks Identitas Budaya Palembang. Jurnal Seni Pertunjukan, 10(1), 33–44.
Rahmawati, S. (2017). Efektivitas Media Visual dalam Pembelajaran Kesenian. Jurnal Pendidikan Seni Rupa, 5(2), 90–98.
Basri, S., & Sari, E. (2019). Tari Remo (Ngremong): Sebuah analisis teori semiotika
Roland Barthes tentang makna denotasi dan konotasi dalam Tari Remo (Ngremong). GETER: Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik, 2(1), 55–69. https://doi.org/10.26740/geter.v2n1.p55-69 DOI: https://doi.org/10.26740/geter.v2n1.p55-69
zDjibran, F., & Pamungkas, J. (2023). Pembelajaran tari tradisional untukstimulasi aspek perkembangan anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 876–886. DOI: https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.4167
Syarifuddin. (2022). Seni Tari Tepak Keraton terhadap budaya Palembang Darussalam (tesis S2). Universitas Pendidikan Indonesia. (Simbol, semiotika,budaya Palembang)
Fahrezi, Z. A., Mubarat, H., & Halim, B. (2021). Perancangan komunikasi visual promosi kesenian wayang kulit Palembang. Besaung: Jurnal Seni Desain danBudaya, 8(1), 1–11. DOI: https://doi.org/10.36982/jsdb.v8i1.2893
Syarifuddin. (2022). Seni Tari Tepak Keraton terhadap budaya Palembang Darussalam (tesis S2). Universitas Pendidikan Indonesia. (Simbol, semiotika, budaya Palembang) DOI: https://doi.org/10.24036/diakronika/vol21-iss2/175
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rosalia, Bobby Halim, Didiek Prasetya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.











