KAJIAN SPASIAL PENENTUAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK (NJOP) UNTUK MENDUKUNG KEBIJAKAN PAJAK DAERAH DI KECAMATAN SUKARAME, KOTA BANDAR LAMPUNG
DOI:
https://doi.org/10.36982/jog.v1i1.7213Keywords:
Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), pajak daerah, kajian spasial, Sistem Informasi Geografis (SIG).Abstract
Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penetapan NJOP yang akurat, transparan, dan proporsional sebagai dasar pengenaan PBB-P2, serta adanya ketidaksesuaian NJOP terhadap harga pasar yang berdampak pada beban pajak masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran spasial zona NJOP, mengidentifikasi faktor spasial dominan yang memengaruhi NJOP, serta menganalisis tingkat kesesuaian antara hasil analisis spasial dengan data NJOP BAPENDA melalui indeks kesesuaian zona.
Penelitian ini mengkaji penentuan NJOP secara spasial di Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung dengan mempertimbangkan faktor penggunaan lahan, kemiringan lereng, jarak jalan utama, dan jarak terhadap fasilitas kota. Metode yang digunakan adalah analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui teknik skoring, pembobotan, dan overlay untuk menghasilkan peta zona NJOP. Selanjutnya dilakukan uji korelasi untuk menentukan faktor dominan serta analisis komparasi dengan data NJOP BAPENDA menggunakan indeks kesesuaian zona.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran zona NJOP tidak merata dan cenderung terkonsentrasi pada wilayah strategis. Faktor dominan yang memengaruhi NJOP adalah jarak jalan utama dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,719, yang menunjukkan bahwa 71,9% variasi zona NJOP dipengaruhi oleh faktor tersebut. Analisis komparatif menunjukkan adanya kecenderungan undervalue dan overvalue pada beberapa kelas NJOP dengan tingkat kesesuaian sebesar 56,19%. Hasil ini dapat menjadi bahan evaluasi dalam penetapan NJOP yang lebih proporsional dan sesuai dengan kondisi geografis wilayah guna mendukung kebijakan pajak daerah.
