ESTIMASI BIOMASSA DAN PENYIMPANAN KARBON PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN NASIONAL SEMBILANG
DOI:
https://doi.org/10.36982/jog.v1i1.7258Abstract
Fenomena perubahan iklim merupakan fenomena global yang ditandai oleh salah satunya cirinya yaitu peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi pada atmosfer yang diakibatkan oleh akumulasi dari gas rumag kaca (GRK). Upaya pencegahan perubahan iklim merupakan bentuk strategis yang bertujuan untuk mengurangi laju emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Gas rumah kaca berasal dari sumber alami ataupun aktivitas manusia. Salah satu gas rumah kaca yang paling berpengaruh adalah karbon dioksida (CO2). Dalam rencana mitigasi perubahan iklim dan pengendali emisi gas rumah kaca, ekosistem hutan menjadi peran utama sebagai penyerap (sink) dan penyimpan karbon alami. Keberadaan hutan berfungsi sebagai penyeimbang karbon karna mampu menyerap CO2 dari atmosfer melalui proses fotosistesis oleh tumbuhan dan penyimpanannya dalam biomassa. Salah satu ekosistem hutan yang berperan dalam pengendali emisi gas rumah kaca di Sumatera Selatan adalah daerah Kawasan Taman Nasional Berbak-Sembilang (TNBS). Pada Taman Nasional Berbak-Sembilang (TNBS), ekosistem magrove merupakan komponen ekologi yang paling mendominasi.
Melalui proses analisis Integrasi Algoritma Random Forest dan pemanfaatan dari Indeks Vegetasi NDVI (Normalized Differense Vegetation Index), IRECI (Interved Red Edge Chlorophyll Index), dan TRVI (Total Ratio Vegetation Index) diperoleh hasil bahwa pada kawasan Taman Nasional Berbak-Sembilang didominasi oleh vegetasi mangrove seluas ±1.221,55 Ha dan area non mangrove seluas ±0,63 Ha. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa 99% kawasan mangrove pada TNBS merupakan kawasan mangrove aktif. Hal ini memungkinkan bahwa dari hasil analisis pada kawasan TNBS estimasi nilai AGC yang dihasilkan adalah sebesar ± 7.455.772,77 Mg C (± 7,46 Juta Ton Karbon). Jumlah karbon tersebut tersimpan di biomassa di atas tanah (batang, cabang, daun).
Kata Kunci: Mangrove, Sentinel-2A, NDVI, IRECI
