Fenomena Calon Tunggal dan Arah Gerak Partai Politik Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten/Kota 2024

Authors

  • Fikri Gali Fernando Holqi Universitas Muhamadiyah Malang
  • Febta Fina Handayani Universitas Muhammadiyah Malang
  • Widya Puji Astuti Universitas Muhammadiyah Malang
  • Putri Diah Permatasari Universitas Muhammadiyah Malang
  • Rizki Ananda Rahman Putra Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.36982/jpp.v10i1.5105

Keywords:

Single Candidates , Political Party, Constitutional Court Decision, Regional Head Elections

Abstract

The purpose of this article is to analyze the phenomenon of single candidates and the direction of motion of political parties supporting and supporting single candidates in the 2024 Regency / City Regional Head Elections after the Constitutional Court Decision Number 60/PUU-XXII/2024. This research was conducted by qualitative method with new institutionalism approach specifically rational choice institutionalism. The data collected consists of secondary data, namely KPU data processing, journals, and books. Data analysis techniques include data collection and descriptive interpretation. Theoretical analysis include power elite theory by Wright Mills. The results of the study state that the Constitutional Court Decision No. 60 / PUU-XXII / 2024 provides an opportunity for each political party to carry regional head candidates referring to the Constitutional Court's indicators, but after the decision, there are still findings of single candidates. This single candidate is caused by the buildup of a coalition of political parties, dominated by “the top leaders” or the upper class with “polical” specifications which basically have resources, the tendency of political parties to form coalitions with the winning party of the previous Pilkada or electoral-based so as to increase the potential to win political contestation. The elite group or “the top leaders” carry out dualism of roles, namely elite actors behind the scenes or as local leaders of political parties and in front of the public space or running for public office.

Author Biographies

Fikri Gali Fernando Holqi, Universitas Muhamadiyah Malang

Fakultas Ilmu Sosial dan llmu Politik

Febta Fina Handayani, Universitas Muhammadiyah Malang

Fakultas Ilmu Sosial dan llmu Politik

Widya Puji Astuti, Universitas Muhammadiyah Malang

Fakultas Ilmu Sosial dan llmu Politik

Putri Diah Permatasari, Universitas Muhammadiyah Malang

Fakultas Ilmu Sosial dan llmu Politik

Rizki Ananda Rahman Putra, Universitas Muhammadiyah Malang

Fakultas Ilmu Sosial dan llmu Politik

References

Andiraharja, D. G. (2021). Judicial Review oleh Mahkamah Konstitusi sebagai Fungsi Ajudikasi Konstitusional di Indonesia. Khazanah Hukum, 3(2), 70–79. https://doi.org/10.15575/kh.v3i2.9012

Asshiddiqie, J. (2014). Konstitusi & Konstitusionalisme Indonesia. Sinar Grafika.

Azura, D. L., & Putri, I. A. (2024). Gender dan Demokrasi dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Tanah Datar Tahun 2020. 9(4), 282–290.

Capano, G., Howlett, M., & Ramesh, M. (2015). Bringing Governments Back in: Governance and Governing in Comparative Policy Analysis. Journal of Comparative Policy Analysis: Research and Practice, 17(4), 311–321. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/13876988.2015. 1031977

Fales, S. (2018). Fungsi Partai Politik Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Ditinjau Dari Hukum Positif. Al Imarah : Jurnal Pemerintahan Dan Politik Islam, 3(2), 199. https://doi.org/10.29300/imr.v3i2.2152

George Ritzer, J. S. (2019). Teori Sosiologi Klasik; Edisi Ketujuh. Pustaka Pelajar.

Goodman, G. R. dan D. J. (2014). TEORI SOSIOLOGI; Dari Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern (I. R. Muzir (ed.)). Kreasi wacana.

Goyanes, M., Borah, P., & Gil de Zúñiga, H. (2021). Social media filtering and democracy: Effects of social media news use and uncivil political discussions on social media unfriending. Computers in Human Behavior, 120(January). https://doi.org/10.1016/j.chb.2021.106759

Hess, D. J. (2018). Energy democracy and social movements: A multi-coalition perspective on the politics of sustainability transitions. Energy Research and Social Science, 40(January), 177–189. https://doi.org/10.1016/j.erss.2018.01.003

Ishak, N. (2020). Problematika Pemilihan Kepala Daerah Calon Tunggal Dalam Demokrasi Indonesia. Pena Justisia: Media Komunikasi Dan Kajian Hukum, 19(2), 131–143. https://doi.org/10.31941/pj.v19i2.1144

Koho, I. R. (2021). Oligarki Dalam Demokrasi Indonesia. Lensa, 15(1), 61. https://doi.org/10.58872/lensa.v15i1.6

M. Alpi Syahrin, J. H. M. K. (2019). Upaya Menemukan Konsep Ideal Tentang Fungsi Mahkamah Konstitusi. Eksekusi, I(2), 104–132.

Mawardi, A. I. (2019). Charles Wright Mills dan Teori Power Elite: Membaca Konteks Dan Pemetaan Teori Sosiologi Politik Tentang Kelas Elite Kekuasaan. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 4(2), 73–83.

Mills, C. W. (1990). Power Elite. Oxford University Press.

Nazriyah, R. (2016). Calon Tunggal dalam Pilkada Serentak Tahun 2015 terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi No 100/PUU-XIII/2015. Jurnal Konstitusi, 13(2), 379–405. https://doi.org/10.31078/jk1327

Nurfadilla, Y., & Nurdin, I. (2024). Kepemimpinan Kolaboratif dalam Momentum Pemilu 2024 Membangun Partisipasi Demokratis yang Berkelanjutan. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 9(1), 44–49. https://doi.org/10.36982/jpg.v9i1.3714

Nurhasanah, L. (2023a). Eksistensi Calon Tunggal Dalam Pemilihan Kepala Daerah Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Sultan: Riset Hukum Tata Negara, 2(1), 15–26.

Nurhasanah, L. (2023b). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 100/PUU-XIII/2015 Terkait Pemilihan Calon Tunggal Dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Hukum Dan HAM, 2(100), 70–87.

Pasaribu, P. (2017). Peranan Partai Politik dalam Melaksanakan Pendidikan Politik. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 5(1), 51. https://doi.org/10.31289/jppuma.v5i1.1125

Peturun, P. (2021). Masa Depan Konstitusi Demokrasi Indonesia: Post Democracy. Muhammadiyah Law Review, 5(2), 97.

Purnamawati, E. (2020). Perjalanan Demokrasi Di Indonesia. Solusi, 18(2), 251–264. https://doi.org/10.36546/solusi.v18i2.290

Putri, A. D. K., & Suwanto, Y. (2022). Kewenangan dan Fungsi Mahkamah Konstitusi Dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia. Demokrasi Dan Ketahanan Nasional, 1(4), 599–606. https://journal.uns.ac.id/Souvereignty/article/view/83

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60/PUU-XXII/2024 tentang Ambang Batas Pencalonan Kepala Daerah.

Rahman, R. A., Satriawan, I., & Diaz, R. M. (2022). Calon Tunggal Pilkada: Krisis Kepemimpinan dan Ancaman Bagi Demokrasi. Jurnal Konstitusi, 19(1), 47–72.

Rangga Wijaya. (2023). Fungsi Mahkamah Konstitusi Dalam Pengujian Undang-Undang Terhadap Undang-Undang Dasar 1945. IJOLARES : Indonesian Journal of Law Research, 1(1), 23–27. https://doi.org/10.60153/ijolares.v1i1.5

Regilme, S. S. F. (2021). Contested spaces of illiberal and authoritarian politics: Human rights and democracy in crisis. Political Geography, 89(May), 102427. https://doi.org/10.1016/j.polgeo.2021.102427

Rini, W. silvi D. (2016). Calon Tunggal Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Konsep Demokrasi (Analisis Terhadap Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Blitar Tahun 2015). Jurnal Cita Hukum, 4(1), 87–104. https://doi.org/10.15408/jch.v4i1.2578

Romli, L. (2018). Koalisi dan Konflik Internal Partai Politik pada Era Reformasi. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri Dan Hubungan Internasional, 8(2), 95–118. https://doi.org/10.22212/jp.v8i2.1138

Saksono, H. (2020). Digital Pilkada: Have Local Elections (Pilkada) been Affected by Digitalization? Attainment, Challenges, and Policy Solutions. Jurnal Bina Praja, 12(2), 287–299. https://doi.org/10.21787/jbp.12.2020.287-299

Samsu. (2017). Metode Penelitian: Teori dan Aplikasi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Mixed Methods, serta Research & Development. In Pusaka Jambi (Vol. 160). Pusat Studi Agama dan Kemasyarakatan (PUSAKA). https://doi.org/10.1016/S0140-6736(01)42777-2

Suhartoyo. (2015). MK: Calon Tunggal DIpilih Melalui Kolom “Setuju” dan “Tidak Setuju". Nasional.Kompas.Com. https://doi.org/http://nasional.kompas.com/read/2015/09/29/15201091/MK.Calon.Tunggal.Dipilih.Melalui.Kolom.Se tuju.dan.Tidak.Setuju.

Sultan, Z., Muhammad, & Alqarni, W. (2023). Peran Lembaga Pengawas Pemilu: Data Pemilih Berkualitas menuju Pemilu 2024. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 8(4), 260–268. https://doi.org/10.36982/jpg.v8i4.3336

UUD Negara RI Tahun 1945.

Yarni, Y. (2018). Peran dan Fungsi Mahkamah Konstitusi sebagai Wali Konstitusi dan Interpretasi Konstitusional. Meraja Journal, 1(1), 44–47. https://www.merajajournal.com/index.php/mrj/article/download/2/2%0AGoogle Scholar

Downloads

Published

2025-02-04

How to Cite

Fernando Holqi, F. G., Handayani, F. F., Astuti, W. P., Permatasari, P. D., & Rahman Putra, R. A. (2025). Fenomena Calon Tunggal dan Arah Gerak Partai Politik Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten/Kota 2024. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 10(1), 110–130. https://doi.org/10.36982/jpp.v10i1.5105

Issue

Section

Articles
external-statistic-user-interface-budi-arianto Abstract views: 38 / PDF downloads: 38