Dekonstruksi Identitas “Kampung Pengemis” melalui Transformasi Sosial, Ekonomi dan Politik di Kampung Kebanyakan Kota Serang
DOI:
https://doi.org/10.36982/jpp.v10i3.5849Keywords:
Dekonstruksi, Kampung Pengemis, TransformasiAbstract
Penelitian ini membahas dekonstruksi identitas “Kampung Pengemis” di Kampung Kebanyakan melalui transformasi sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dan teori dekonstruksi Jacques Derrida dengan indikator différance dan trace. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan identitas Kampung Kebanyakan yang sebelumnya dikenal sebagai “Kampung Pengemis” tidak bersifat tetap. Melalui konsep différance, makna identitas warga terus bergerak dan berubah seiring pengalaman dan perubahan yang terjadi, seperti keterlibatan dalam kegiatan sosial, tumbuhnya usaha konveksi, serta partisipasi dalam program-program pemerintah. Identitas mereka tidak bisa lagi dikurung dalam satu makna lama, karena selalu muncul pemaknaan baru dari situasi sosial. Sementara itu, Konsep trace menunjukkan bahwa identitas baru yang dibentuk warga tetap membawa jejak identitas lama. Penelitian ini menunjukkan bahwa warga Kampung Kebanyakan sudah tidak bisa lagi dilihat atau dilabeli sebagai “kampung pengemis” seperti masa lalu. Identitas itu sebenarnya tidak pernah benar-benar tetap, dan sekarang sedang berubah secara perlahan seiring dengan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik yang mereka jalani.
References
Adian, D. G. (2016). Pengantar Fenomenologi. Penerbit Koekoesan.
Atqiya, A. (2019). Religiusitas Dan Mentalitas Kerja Pengemis Di Kampung Kebanyakan Kota Serang-Banten. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Azizah, N. Z., Marshanda, S. H., & Sunkina, N. (2023). Kontinuitas Budaya Mengemis Pada Transformasi Kampung Barak Ke Kampung Baru. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 3(4), 175–191. DOI: https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v3i4.2423
BPS Kota Serang. (2024). Indikator Kesejahteraan Rakyat BPS Kota Serang.
Derrida, J. (1978). Writing and Difference. The University of Chicago Press. Fatimah, K. N., I Dewa Putu Eskasasnanda, Siti Malikhah Towaf, & Sukamto.(2022). Realitas sosial mata pencaharian masyarakat kampung baru sebagai pengemis . Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S), 2(7), 609–618. DOI: https://doi.org/10.17977/um063v2i7p609-618
Halim, A., Baiti Rahmawati, & Roisul Umam. (2019). DAKWAH HARMONI KOMUNITAS: Studi Transformasi Identitas Kampung Muslim Dayak di Desa Semabi, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat. Proceeding of International Conference on Da’wa and Communication, 1(1). DOI: https://doi.org/10.15642/icondac.v1i1.278
Hall, S., & Gay, P. Du. (2003). Questions of Cultural Identity. SagePublication. Hermawan, A. J. (2023a). Fenomena Pengemis Virtual di Tiktok (Analisisa Semiotika Dekonstruksi Jacques Derrida). Journal of Islamic Social Science and Communication JISSC-DIKSI, 2(1).
Hermawan, A. J. (2023b). Fenomena Pengemis Virtual di Tiktok (Anlisis Semiotika Dekonstruksi Jacques Derrida). Journal of Islamic Sosial Science and Communication, 2(1).
Husserl, E. (1970). The Crisis of European Sciences and Transcendental Phenomenology: An Introduction to Phenomenological Philosophy. Terj. David Carr (Evaston). Northwestern University Press.
Husserl, E. (2001). Logical Investigation (Volume 1). Terj. J. N. Findlay (Vol. 1). Routledege, Paperback First Edition Publised, .
Kurniawan, E., & Naim. (2025). Transformasi Ekonomi Pembangunan: Strategi Dan Tantangan Dalam Mewujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan Di Negara Berkembang. Jurnal Akuntansi, Manajemen, Dan Ilmu Pendidikan (JAMED), 1(1)
Manura, R. A. (2021, August 19). Pelatihan Menjahit Bagi Masyarakat Sukawana Kota Serang. PPID. Serangkota.Go.Id.
Moran, D. (2005). Edmund Husserl. Founder of Phenomenology. Polity Press. Multatuli, I. (2016, September 2). Hikayat Kampung Pengemis di Jantung Kota Serang. Okezone.News.
Nishlah, H., & Hapsari, D. (2021). Pengaruh Profesi Tukang Cukur Dalam Transformasi Kampung Peundeuy, Banyuresmi, Garut. Jurnal Kajian Budaya, 11(3), 326–344. DOI: https://doi.org/10.17510/paradigma.v11i3.494
Norris, C. (2017). Membongkar Teori Dekonstruksi Jacques Derrida (I. Muhsin, Ed.). Ar-RuzzMedia.
Norris, C. (2020). Membongkar Teori Dekonstruksi Jacques Derrida. Buku Bijak. Parsudi, S. (1993). Kemiskinan di Perkotaan. YayasanObor Indonesia.
Poskota.Co.id. (2021). Dari Cap Kampung Pengemis, Sukawana Serang Sekarang Berubah Jadi Kampung Konveksi.
Pusvisasari, L., Euis, L., Wati, I., & Maspuroh. (2025). Transformasi Ekonomi Lokal Dalam Peningkatan Kondisi Sosial Masyarakat Di Cianjur. Jurmas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 10–17.
Radar Banten. (n.d.). Kisah Miris Budaya Mengemis Dari Kampung Pengemis . Https://Www.Radarbanten.Co.Id/2016/08/29/Kisah-Miris-Budaya- Mengemis-Dari-Kampung-Pengemis-Bag-1/.
Royle, N. (2000). Deconstruction. DOI: https://doi.org/10.1007/978-1-137-06095-2
Rukmi, M. G. K., Daru Purnomo, & Suryo Sakti Hadiwijoyo. (2023). Transformasi Pancuran “Kampung Kumuh” Menjadi Tangguh . Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota, 19(2), 237–250. DOI: https://doi.org/10.14710/pwk.v19i2.32090
Sari, A. D. (2015). Pelembagaan Perilaku Mengemis di “Kampung Pengemis” Studi Deskriptif Pengemis di Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Universita Airlangga.
Sasqia, D. A., Luhung Achmad Perguna, & Abdul Latif Bustami. (2020). Kampung, Tato, dan Identitas: Studi Dekonstruksi Makna Simbolik Kampung Tato. SosialBudaya, 17(2), 2407–1684. DOI: https://doi.org/10.24014/sb.v17i2.9914
Sella, R. V. O. (2019). Pemberdayaan Gelandangan Dan Pengemis Melalui Kampung Wisata Topeng Di Kelurahan Tlogowaru Kota Malang. Universitas Airlangga.
Sianturi, G. V., M. Syafii, & Ahmad Albar Tanjung. (2021). Analisis Determinasi Kemiskinan Di Indonesia Studi Kasus (2016-2019). Jurnal Samudra Ekonomika , 5(2), 125–133. DOI: https://doi.org/10.33059/jse.v5i2.4270
Siregar, M. (2019). Kritik Terhadap Teori Dekonstruksi Derrida. Journal Urban Sociology, 2(1). DOI: https://doi.org/10.30742/jus.v2i1.611
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R & D. CV.Alfabeta. Zulyanto, A. (2022). Pendidikan dan Pengentasan Kemiskinan Dalam Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Convergence : The Journal Of Economic Development, 4(1), 32–40. DOI: https://doi.org/10.33369/convergencejep.v4i1.23385







