Perbedaan Kesadaran Politik Antara Laki-Laki dan Perempuan Pada Generasi Z di Kecamatan Kayu Aro Barat
DOI:
https://doi.org/10.36982/jpp.v10i4.5963Keywords:
Kesadaran Politik, Generasi Z, Perbedaan GenderAbstract
Kesadaran politik merupakan indikator vital dalam menilai kualitas partisipasi warga negara dalam kehidupan demokrasi, terutama pada Generasi Z yang tumbuh di era digital dengan akses informasi luas, namun ekspresi politik mereka berpotensi berbeda berdasarkan faktor gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perbedaan kesadaran politik antara laki-laki dan perempuan pada Generasi Z di Kecamatan Kayu Aro Barat. Mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, studi ini melibatkan 204 responden Generasi Z yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kesadaran politik yang valid dan reliabel, kemudian dianalisis dengan uji independent samples t-test untuk membandingkan dua kelompok gender. Hasil utama penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat kesadaran politik antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki Generasi Z cenderung memiliki tingkat pengetahuan dan pemahaman politik yang lebih tinggi, serta lebih aktif dalam partisipasi politik formal. Sementara itu, perempuan Generasi Z, meskipun skor pengetahuan dan pemahaman politiknya lebih rendah, menunjukkan kepekaan yang lebih tinggi terhadap nilai-nilai keadilan sosial, kesetaraan, dan hak asasi manusia, serta responsif terhadap kegiatan sosial-politik di lingkungan mereka. Kesimpulannya, perbedaan ini menunjukkan bahwa bentuk kesadaran politik antara laki-laki dan perempuan saling melengkapi dan berkontribusi penting dalam dinamika politik lokal.
References
Abdillah. (2002). Politik identitas etnis: Pergulatan tanpa tanda identitas. Indonesiatera.
Abonu, D. N., Agunlade, F. O., & Yunusa, B. M. (2013). Assessment of political awareness among students of social studies in Nigerian secondary schools for citizenship. International Journal of Education Research, 1, 1-10.
Ahmadi. (2016). Sosiologi pendidikan. Rineka Cipta.
Ahmed, Z., Hussain, S., Batool, M., & Imtiaz, S. (2015). Comparing the level of political awareness among the students of social and natural sciences: A case study of public sector universities in Pakistan. Pakistan Journal of Life and Social Sciences, 13(2), 64-67.
Amer, M. (2009). Political awareness and its implications on participatory behavior: A study of Naga women voters in Nagaland. Indian Journal of Gender Studies, 16(3), 359-374. https://doi.org/10.1177/097152150901600303 DOI: https://doi.org/10.1177/097152150901600303
Arikunto, S. (2015). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Bumi Aksara.
Arom, N. F., & Yuhan, R. J. (2020). Penyusunan indeks kesadaran politik di kalangan mahasiswa. Seminar Nasional Official Statistics, 2020(1), 1192-1202. DOI: https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2020i1.639
Arthur, J., Davies, I., & Hahn, C. (Eds.). (2008). Political literacy. Sage Publications. DOI: https://doi.org/10.4135/9781849200486.n30
Asfar, M. (2006). Pemilu dan perilaku memilih. PusDeHAM.
Azwar, S. (2010). Metode penelitian. Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi (Ed. 2, Cet. 1). Pustaka Pelajar.
Bandura, A. (1997). Efikasi diri: Latihan kontrol. W.H. Freeman.
Cholisin, & Nasiwan. (2012). Dasar-dasar ilmu politik. Ombak.
Desmita. (2016). Pengantar psikologi perkembangan. Rosda.
Eagly, A. H. (1987). Perbedaan jenis kelamin dalam perilaku sosial: Interpretasi peran sosial. Lawrence Erlbaum Associates.
Eagly, A. H., & Diekman, A. B. (2006). Examining gender differences in political attitudes and political behavior: What is the role of gender stereotypes? Psychology of Women Quarterly, 30(4), 430–441. https://doi.org/10.1111/j.1471-6402.2006.00352.x
Erikson, E. H. (1968). Identitas: Pemuda dan krisis. W. W. Norton & Company.
Fatwa, A. N. (2016). Pengaruh kesadaran politik terhadap partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan bupati tahun 2013 didesa Sesulu Kabupaten Penajam Paser Utara. E-Journal Ilmu Pemerintahan, 4(4), 1615.
Ferrín, M., Fraile, M., & García-Albacete, G. M. (2019). Peran orang dewasa dan kesenjangan gender dalam pengetahuan politik: Studi komparatif. Politik Eropa Barat, 42(7), 1368–1389. https://doi.org/10.1080/01402382.2019.1577069 DOI: https://doi.org/10.1080/01402382.2019.1577069
Fitriani, N. (2021). Pemahaman politik mahasiswa berdasarkan gender. Jurnal Ilmu Pemerintah dan Budaya, 5(1), 45-52. DOI: https://doi.org/10.30872/jbssb.v5i2.3745
Hungu. (2012). Pengertian jenis kelamin. PT. Gramedia.
Ihme, T. A., & Tausendpfund, M. (2018). Gender differences in political knowledge: Still a gap? Politics & Gender, 14(2), 149–171. https://doi.org/10.1017/S1743923X18000108
Isaac, S., & Michael, W. B. (1981). Handbook in research and evaluation. Edits Publisher.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi online. (n.d.). Diambil dari https://kbbi.web.id/karakteristik
Katsipis, A. (2017). Women, political participation, and The Arab Spring: Political awareness and participation in democratizing Tunisia. Journal of Women, Politics & Policy. https://doi.org/10.1080/15554477X.2016.1268870
Kuotsu, K. (2016). Political awareness and its impact on political participation: A gender study in Nagaland, India. International Journal of Innovative Research & Development, 5(8), 190-197.
Lukman, D. V., & Suhendar, I. F. (2023) Pendidikan Politik dalam Mewujudkan Demokrasi Gen-Z. Jurnal Politik Pemerintah, Universitas Jambi
Liliani, H. (2018). Motivasi dan perilaku penggunaan media sosial Generasi Z dalam melakukan perjalanan wisata. ULTIMACOMM, 10(1), 23–32. https://doi.org/10.31937/ultimacomm.v10i1.886 DOI: https://doi.org/10.31937/ultimacomm.v10i1.886
Milbiath. (2001). Politik Indonesia. Gajah Mada University Press.
Morissan. (2016). Tingkat partisipasi politik dan sosial generasi muda pengguna media sosial. Jurnal Visi Komunikasi, 15(1), 96-113.
Nurbaiti, L. (2019). Kesadaran politik dan partisipasi politik pengaruh tingkat kesadaran politik terhadap partisipasi politik pemilih pemula Kelurahan Tajur pada Pilkada Kota Tangerang Tahun 2018 (Skripsi sarjana, FISIP UIN Jakarta).
Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Parawansa. (2006). Mengukur paradigma menembus tradisi. Pustaka LP3ES Indonesia.
Patmisari, P., & Gafur, A. (2019). Pengaruh gender terhadap kesadaran politik siswa sekolah menengah atas. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 4(1), 207-214. DOI: https://doi.org/10.17977/um019v4i1p207-214
Periantalo, J. (2015). Validitas alat ukur psikologi: Aplikasi praktis. Pustaka Pelajar.
Periantalo, J. (2016). Penelitian kuantitatif untuk psikologi. Pustaka Pelajar.
Pettit, P. (1997). Republicanism: A theory of freedom and government. Clarendon.
Poerwanti, E. (2000). Pendekatan kuantitatif dalam penelitian perilaku. Universitas Muhammadiyah Malang.
Prasetyo, K. B., Putri, N. A., & Pramono, D. (2022). Pendidikan politik generasi muda melalui gerakan voluntarisme komunitas milenial. Konservasi Pendidikan, (3), 1-29.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2013). Organizational behavior edition 15. Pearson Education.
Rojihah, R., Akhrani, L. A., & Hasanah, N. (2015). Perbedaan political awareness dilihat dari peran gender pemilih pemula. MEDIAPSI, 1(1), 59-66. DOI: https://doi.org/10.21776/ub.mps.2015.001.01.7
Salim. (2018). Metodologi penelitian kuantitatif. Citapustaka Media.
Santosa, E. T. (2015). Raising children in digital era. Elex Media Komputindo.
Santrock. (2011). Perkembangan anak edisi 7 jilid 2. (Terjemahan: S. G. B). Erlangga.
Sitepu, P. A. (2012). Studi ilmu politik. Graha Ilmu.
Soekanto, S. (1982). Kesadaran hukum & kepatuhan hukum: Suatu percobaan penerapan kesadaran hukum dan kepatuhan hukum mahasiswa hukum terhadap peraturan lalu lintas. Rajali.
Stillman, D., & Stillman, J. (2018). Gen Z @ work: How the next generation is transforming the workplace. HarperBusiness.
Sudaryono. (2012). Dasar-dasar evaluasi pembelajaran. Graha Ilmu.
Sudrajat, A. (2012). Generasi Z dan implikasinya terhadap pendidikan. Diambil dari https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2012/10/05/generasi-zdanimplikasinya-terhadap-pendidikan.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Alfabeta.
Sukendri, N. (2017). Perbedaan perilaku belanja antara mahasiswa dan mahasiswi di STAHN Gde Pudja Mataram. Distribusi – Jurnal Manajemen dan Bisnis, 5, 73-84. https://doi.org/10.29303/distribusi.v5i1.30 DOI: https://doi.org/10.29303/jdm.v5i1.30
Surbakti, R. (2009). Memahami ilmu politik. PT Grasindo.
Surbakti, R. (2010). Memahami ilmu politik. Gramedia Pustaka Utama.
Suryabrata, S. (1999). Metodologi penelitian. RajaGrafindo Persada.
Syaifuddin Anwar. (1991). Metode penelitian. Pustaka Pelajar.
Utsman A. Muis Ruslan. (2000). Pendidikan politik Ikhwanul Muslimin. Era Intermedia.
Wahyudi, V. (2018). Peran politik perempuan dalam perspektif gender. Politea: Jurnal Politik Islam, 1(1), 63-83. DOI: https://doi.org/10.20414/politea.v1i1.813
Wijayanti, F. D., & Prasetyo, E. (2020). Kesadaran politik pelajar SMA di Yogyakarta. Jurnal Politik Indonesia, 6(2), 122-135.
Yuliani, D. (2022). Kepedulian politik perempuan generasi Z terhadap isu kesetaraan gender. Jurnal Sosial dan Politik, 4(1), 45-58.
Yuwono, I. D. (2011). Memahami berbagai etika profesi dan pekerjaan. Pustaka Yusticia.
ZA. Isti’anah, & Yunita, A. (2022). Penguatan kesadaran politik kaum remaja perempuan melalui kajian regulasi kuota 30% perempuan di lembaga legislatif. Jurnal Masyarakat Mandiri, 6(1), 719-730. DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v6i1.6603
Zahro, S., Kamilah, M. N., Ardiansyah, M., Safitri, I. M., Naharina, U. S., & Waraswati, A. N. (2023). Kesadaran politik di Indonesia. Journal of Civic Education Research, 1(2), 49-64. DOI: https://doi.org/10.60153/jocer.v1i2.34







