Dilema Birokrasi Penegakan Hukum di Era Digital: Konflik Due Process of Law dan Tekanan Opini Publik dalam Kebijakan Polri

Authors

  • Intan Virgynia Silvy Sinaga Universitas Negeri Surabaya
  • Hikam Hulwanullah Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36982/jpp.v10i4.6089

Keywords:

Due Process of Law, Media Sosial, No Viral no Justice, Penegakan Hukum

Abstract

Fenomena “No Viral, No Justice” menggambarkan ketimpangan antara prinsip keadilan prosedural (Due Process of Law) dan praktik penegakan hukum oleh Polri yang kerap dipengaruhi tekanan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip Due Process of Law dalam sistem hukum Indonesia serta implikasinya terhadap praktik penegakan hukum di era viralitas kasus. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun prinsip Due Process of Law telah diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, KUHAP, UU HAM, dan UU Kepolisian, penerapannya masih lemah akibat rendahnya pengawasan internal dan kuatnya pengaruh media sosial terhadap arah penyidikan. Kontribusi teoritis studi ini adalah perumusan kerangka dialektika ganda yang menempatkan Due Process of Law sebagai variabel kontrol normatif yang berkonflik dengan Teori Responsivitas Birokrasi. Karena itu, diperlukan penguatan akuntabilitas, profesionalitas aparat, dan edukasi hukum kepada masyarakat agar keadilan ditegakkan berdasarkan hukum, bukan tekanan opini publik.

Author Biographies

Intan Virgynia Silvy Sinaga, Universitas Negeri Surabaya

Fakultas Hukum

Hikam Hulwanullah, Universitas Negeri Surabaya

Fakultas Hukum

References

Amanda, A. (2024). Rekonstruksi Regulasi Penyelesaian Perkara Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif Mewujudkan Kepastian Hukum (Study Kajian: Kejaksaan Sebagai Master of Process/Dominus Litis Dalam Sistem Peradilan Pidana). Disertasi. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Daun, R. (2021). Prinsip-Prinsip Penegakan Hukum Terhadap Penangkapan, Penahanan, Dan Penggeledahan Dalam Hukum Acara Pidana. Lex Crimen, 10(4), 144-153.

Fernando, Z. J. (2021). Due Process of Law dalam Penanggulangan Tindak Pidana di Indonesia. Majalah Keadilan, 21(1), 67-89. DOI: https://doi.org/10.32663/mkfh.v21i1.2017

Fitriani, N. (2025). Legal Analysis of the Phenomenon of “No Viral No Justice” in Law Enforcement and Legal Injustice in Indonesia. Ultimate Journal of Legal Studies, 3(1), 167–172. DOI: https://doi.org/10.32734/uljls.v3i1.19642

Gussela, M. D., Kurniawati, M., Hermanto, D., Fauziansah, S., & Saebani, B. A. (2025). Fenomena “No Viral No Justice” Perspektif Teori Penegakkan Hukum. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(2), 792-800. DOI: https://doi.org/10.38035/rrj.v7i2.1326

Hasibuan, K., Panjaitan, B. S., & Harahap, A. M. (2024). RUU KUHAP: Tantangan dan Harmonisasi antara Asas Due Process of Law dan Criminal Justice System di Indonesia. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 3(2), 57-72. DOI: https://doi.org/10.55606/jurrish.v3i2.6023

Hidayat, A. R., & Maulana, D. (2025). The Reduction of Criminal Justice Policy in Indonesia: Justice versus Virality. Indonesian Journal of Law and Governance, 5(1), 54–65.

Ibrahim, J. (2006). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia Publishing.

Kharisma, A. (2024). No Viral No Justice: Is It a Principle of Social Justice? (Study of Viral Cases on Social Media in Indonesia). Journal of Social and Legal Studies, 5(2), 55–66. DOI: https://doi.org/10.1108/SC-07-2024-0037

Kurniawan, F., Ma’mur, A. M., & Cindrakasih, R. R. (2025). Pemolisian dan Media: Dinamika Representasi dan Dampaknya pada Persepsi Publik. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(1), 2107-2122.

Manuel, E. F., & Elmir, M. B. (2022). Perluasan Praperadilan sebagai Bentuk Due Process of Law: Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Keadilan Sosial. PUSKAPSI Law Review, 2(1), 65-87. DOI: https://doi.org/10.19184/puskapsi.v2i1.31189

Marzuki, P. M. (2009). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Muhlashin, I. (2021). Negara Hukum, Demokrasi Dan Penegakan Hukum Di Indonesia. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 8(1), 87-100. DOI: https://doi.org/10.24252/al-qadau.v8i1.18114

Nataningrum, N., & Subarsyah, T. (2025). “No Viral No Justice”: Ketidaksesuaian Fakta Hukum Dengan Fakta Media Sosial Dalam Perspektif Sosiologi Hukum. Bureaucracy Journal: Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 5(2), 1160-1172.

Nugroho, H. T., & Darmawan, A. (2023). Cybercrime Investigation on Social Media: Implementation and Challenges of Due Process of Law. International Journal of Criminal Justice Studies, 4(2), 101–118.

Nurfadilla, Y., & Sahyana, Y. (2024). Peran Aturan Hukum dalam Menciptakan Tata Pemerintahan yang Membangun Partisipasi Demokratis yang Berkelanjutan. Jurnal Pemerintahan dan Politik, 9(4), 259-264. DOI: https://doi.org/10.36982/jpg.v9i4.3715

Nurkomalawati, A., & Pujiyono, P. (2023). Due Process of Law as Part of Political Law Enforcement. International Journal of Social Science Research and Review, 6(6), 505-516.

Panggabean, R. P., Wajongkere, H., & Karsono, P. H. (2025). Fenomena “No Viral No Justice” Dalam Penegakan Hukum Dan Keadilan Di Indonesia. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(8), 5089-5100.

Pratama, I. R., & Santosa, R. (2024). “No Viral, No Justice”: Unveiling the Phenomenon of Digital Vigilantism from a Psychological Perspective. Buletin Psikologi (Universitas Gadjah Mada), 33(1), 24–37.

Pratama, I. R., & Santosa, R. (2025). “No Viral, No Justice”: Unveiling the Phenomenon of Digital Vigilantism from a Psychological Perspective (Preprint). ResearchGate Preprint.

Rachmawati, N., & Fadhilah, M. (2023). The Urgency of Reformulating Digital Policing Regulations in Indonesia. Global Journal of Law and Social Sciences, 2(3), 45–55.

Rahman, D. S., & Lestari, P. A. (2024). No Viral No Justice in the Law Enforcement System: The Study of Domestic Violence. ESICulture: Journal of Humanities and Social Sciences, 4(2), 78–89.

Rawls, J. (1971). A Theory of Justice. Belknap Press of Harvard University Press. DOI: https://doi.org/10.4159/9780674042605

Rourke, F. E. (1992). Responsiveness and Neutral Competence in American Bureaucracy. Public Administration Review, 52(6), 539-546. DOI: https://doi.org/10.2307/977164

Runturambi, A. J. S., Aswindo, M., & Meiyani, E. (2024). No viral no justice: A criminological review of social media-based law enforcement from the perspective of progressive law. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 12(1), 177-195. DOI: https://doi.org/10.29303/ius.v12i1.1361

Sihaloho, M., Syahputra, A., & Saputra, F. I. (2025). Peran Kepolisian dalam Penerapan Asas Due Process of Law pada Sistem Peradilan Pidana di Indonesia. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 13(10), 31–40.

Simanjuntak, L., & Aditya, M. (2024). Digital Vigilantism and Its Compatibility with Criminal Justice Systems in Southeast Asia. East South Law and Human Rights Review, 6(1), 33–47.

Siregar, R. E. A. A. (2016). Due Process of Law dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia Kaitannya dengan Perlindungan HAM. FITRAH: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman, 1(1), 35-46. DOI: https://doi.org/10.24952/fitrah.v1i1.326

Sudirman, L. (2023). Peran Media Sosial Sebagai Alat Pencapaian Suara Keadilan Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia: No Viral No Justice. Paulus Law Journal, 5(1), 16-40. DOI: https://doi.org/10.51342/plj.v5i1.626

Sutrisno, A. (2025). Peran Hakim dalam Mewujudkan Due Process of Law Pada Sistem Peradilan Tata Usaha Negara di Indonesia. Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum, 5(1), 17-28.

Ulfah, H. (2025). Fenomena No Viral No Justice di Indonesia (Analisis Wacana). Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 398-411.

Wahid, A., Rohadi, R., & Kusyandi, A. (2025). Fenomena 'No Viral No Justice' dalam penegakan hukum Indonesia: Percepatan atau ancaman keadilan? Reformasi Hukum, 29(1), 36–51. DOI: https://doi.org/10.46257/jrh.v29i1.1183

Wibowo, A. M., Churniawan, E., Fuoha, I. S. G. B., Bagus, M., Barliah, C., Hidayat, D. N., Itami, S., Rustan, R., Puspandari, R., Gustaliza, R. B., Rusydi, M. T., Widodo, M. F. S., Kosasih, A., Fathoni, M. N., & Murdiana, E. (2025). Pengantar hukum Indonesia: Teori, praktik, dan transformasi. Banten: Sada Kurnia Pustaka.

Wilson, J. Q. (1991). Bureaucracy: What Government Agencies Do and Why They Do It. Basic Books.

Wulandari, A., & Wiraguna, S. A. (2025). Problematika Penerapan Prinsip Due Process of Law dalam Hukum Acara Pengujian Undang-Undang di Mahkamah Konstitusi. Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora, 2(2), 52-63. DOI: https://doi.org/10.62383/progres.v2i2.1613

Yusuf, A. M., Salman, A., Immawan, M. I., & Dwivalinci, H. A. (2025). Media Sosial sebagai Penggerak Akuntabilitas: Studi Kasus George Sugama Halim dan Respons Kepolisian dalam Fenomena No Viral, No Justice. Journal of Public Administration and Local Governance, 9(1), 146–164. DOI: https://doi.org/10.31002/jpalg.v9i1.2545

Downloads

Published

2025-11-01

How to Cite

Sinaga, I. V. S., & Hikam Hulwanullah. (2025). Dilema Birokrasi Penegakan Hukum di Era Digital: Konflik Due Process of Law dan Tekanan Opini Publik dalam Kebijakan Polri. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 10(4), 932–947. https://doi.org/10.36982/jpp.v10i4.6089

Issue

Section

Articles
external-statistic-user-interface-budi-arianto Abstract views: 762 / PDF downloads: 800