Mewujudkan Legitimasi Kultural dalam Kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono X

Authors

  • Muhammad Quranul Kariem Universitas Indo Global Mandiri
  • Muhammad Alief Akhbar Putra Anwar Ginting Government Observer Committee Research

DOI:

https://doi.org/10.36982/jpp.v10i3.5874

Keywords:

Legitimasi, Kepemimpinan, Pemerintahan, Institusi yang Kuat

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui legitimasi kultural berbasis janji dalam kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono X dalam konteks pemerintahan. Sultan menyanggupi lima janji didepan ayahnya, yang secara tidak langsung memberikan legitimasi terhadap takhta yang ia terima. Beberapa persoalan atau polemik terjadi pada periode pemerintahan Sultan sebagai Gubernur DIY tahun 1998 sampai 2022. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana digunakan dalam penelitian, menggunakan sumber data berbasis informasi dari media, regulasi serta artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan budaya berhasil diwujudkan oleh Sultan melalui pelaksanaan janji yang menjadi landasan legitimasi kultural. Penelitian ini berdampak pada implikasi teoritis terkait cultural leadership prototypes.

Author Biographies

Muhammad Quranul Kariem, Universitas Indo Global Mandiri

Program Studi Ilmu Pemerintahan

Muhammad Alief Akhbar Putra Anwar Ginting, Government Observer Committee Research

Peneliti Senior

References

Abd. Rasyid, S. B., & Purwaningsih, T. (2021). Tuntutan Aktor Daerah dan Analisis Kelayakan Dalam Wacana Otonomi Khusus Maluku Utara. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(2), 193–214. https://doi.org/10.14710/jiip.v6i2.11650 DOI: https://doi.org/10.14710/jiip.v6i2.11650

Adianti, I., Ikaputra, & Rahmi, D. H. (2023). Spatial Permeability in Kraton Yogyakarta, Indonesia during the HB IX-HB X Periods. ISVS E-Journal, 10(9), 329–342. https://doi.org/10.61275/ISVSej-2023-10-09-23 DOI: https://doi.org/10.61275/ISVSej-2023-10-09-23

Apriliani, R. (2022). Critical Discourse Analysis Norman Fairclough Pidato Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam Merespon Pandemi COVID-19. Impresi, 3(2), 30–41. https://jurnal.uns.ac.id/impresi/article/view/Riski Apriliani/pdf

Aziz, K. B. (2022). Kiprah Kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono X Dalam Refleksi Sewindu Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Journal of Politic and Government Studies, 11(3), 296–310. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpgs/article/view/34749

Azizah, U. N. (2024). Apa Itu Pisowanan Ageng Sultan Jogja? Ini Sejarah hingga Maknanya. Detik.Com. https://www.detik.com/jogja/budaya/d-7504640/apa-itu-pisowanan-ageng-sultan-jogja-ini-sejarah-hingga-maknanya#:~:text=Pisowanan Ageng adalah sebuah tradisi,merupakan simbol keberadaan Kraton sebagai

Catur, Nu., Wisma, C., & Bayu, W. (2021). History of the Yogyakarta Monarchy: From the Islamic Kingdom to Being Imprisoned in the Indonesian Democratic System. The Cambridge History of Medieval Political Thought c.350–c.1450, 5, 21–36.

Gatra, S. (2012). RUUK DIY Akhirnya Disahkan. KOMPAS.Com. https://nasional.kompas.com/read/2012/08/30/15483634/index.html

H, Y. (2015). Raperda Disahkan, Perempuan Tak Bisa Jadi Gubernur DI Yogyakarta? Liputan 6. https://www.liputan6.com/news/read/2202752/raperda-disahkan-perempuan-tak-bisa-jadi-gubernur-di-yogyakarta?page=2

Hadi, A. T., Saputri, S. A., & Nurtikawati. (2019). Perubahan Keistimewaan Sultan Yogyakarta: Wacana Politik Identitas. Juli-Desember, 2(2), 1–9. http://journal.fib.uho.ac.id/index.php/lisani

Hadi, B. S., & RH, P. (2007). “Pisowanan Ageng” Rakyat Yogyakarta ke Sultan “Gubernur.” Antara. https://www.antaranews.com/berita/59518/pisowanan-ageng-rakyat-yogyakarta-ke-sultan-gubernur

Hadi, P., & Majidi, N. (Eds.). (2013). “Hamengku Buwono Inspiring Prohetic Leader Memimpin dengan Kecerdasan Intelektual dan Spiritual. IRSI (Ikatan Relawan Sosial Indonesia).

Hidayat, A. (2023). Women’s Rights to Become Leaders of the Yogyakarta Sultanate Perspective of a Modern Democratic State. Peradaban Journal of Law and Society, 1(2), 133–145. https://doi.org/10.59001/pjls.v1i2.43 DOI: https://doi.org/10.59001/pjls.v1i2.43

Jørgensen, M., & Phillips, L. (2012). Discourse Analysis as Theory and Method. In Discourse Analysis as Theory and Method. SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781849208871 DOI: https://doi.org/10.4135/9781849208871

Kariem, M. Q. (2018). Keputusan Politik Sultan Dalam Kerangka Negara Demokrasi. Jurnal Agregasi : Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi, 6(2). https://doi.org/10.34010/agregasi.v6i2.1137 DOI: https://doi.org/10.34010/agregasi.v6i2.1137

Kariem, M. Q., & Eldo, D. H. A. P. (2019). Sikap Politik DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta Terhadap Wacana Suksesi Kepemimpinan di Kraton Yogyakarta. Journal of Government and Civil Society, 3(2), 105. https://doi.org/10.31000/jgcs.v3i2.1726 DOI: https://doi.org/10.31000/jgcs.v3i2.1726

Kusuma, W. (2015). Raja Jogja Mendadak Keluarkan Sabdatama. KOMPAS.Com. https://regional.kompas.com/read/2015/03/06/12440311/Raja.Jogja.Mendadak.Keluarkan.Sabdatama

Lonati, S., & Van Vugt, M. (2024). Ecology, culture and leadership: Theoretical integration and review. The Leadership Quarterly, 35(1), 101749. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2023.101749 DOI: https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2023.101749

Nugraha, S. (2009). Sultan HB X Kecewa RUUK DIY Gagal DisahkanSultan HB X Kecewa RUUK DIY Gagal Disahkan. Okezone News. https://news.okezone.com/read/2009/09/29/340/260862/sultan-hb-x-kecewa-ruuk-diy-gagal-disahkan

Nugroho, A. M., & Sumarno, S. (2018). MAKNA PISOWANAN AGUNG DI YOGYAKARTA TAHUN 1998-2008. Avatara, 6(3). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/26285

Nurwanto, A., Nasution, F. A., Nasution, M., & Agusmidah, A. (2022). Kewenangan Urusan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Perspektif Hukum Tata Negara. Locus Journal of Academic Literature Review, 99–108. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v1i2.55 DOI: https://doi.org/10.56128/ljoalr.v1i2.55

Pribadi, T. (2015). Lima Sabda Sultan Yogyakarta. Viva.Co.Id. https://www.viva.co.id/berita/nasional/621131-lima-sabda-sultan-yogyakarta

Rahiem, M., & Rahim, H. (2020). The Sultan and the Soup: A Javanese Cultural Response to COVID-19. Journal of Ethnic and Cultural Studies, 8(1), 43–65. https://doi.org/10.29333/ejecs/602 DOI: https://doi.org/10.29333/ejecs/602

Rahmanda, S. K., & Andryanto, S. D. (2024). 78 Tahun Sultan Hamengkubuwono X, Salah Seorang Tokoh Deklarasi Ciganjur 1998. Tempo.Co. https://nasional.tempo.co/read/1852834/78-tahun-sultan-hamengkubuwono-x-salah-seorang-tokoh-deklarasi-ciganjur-1998

Rahmansyah, M. Y., Widiastuti, W., & Gunawan, H. (2022). Analisis Kekuasaan Sultan Merangkap Gubernur Pada Pemerintahah Daerah Istimewa Yogyakarta. Epistemik: Indonesian Journal of Social and Political Science, 2(2 SE-Articles), 1–23. https://www.journal.epistemikpress.id/index.php/Epistemik/article/view/58

Ratnawati, & Santoso, P. (2021). Gender politics of Sultan Hamengkubuwono x in the succession of Yogyakarta palace. Cogent Social Sciences, 7(1). https://doi.org/10.1080/23311886.2021.1976966 DOI: https://doi.org/10.1080/23311886.2021.1976966

Rurit, B. (2010). Sultan Hamengku Buwono X Usulkan Referendum. Tempo.Co. https://nasional.tempo.co/read/281187/sultan-hamengku-buwono-x-usulkan-referendum

Sahana, M. (2015). Sri Sultan Ingin Akhiri Polemik di Kasultanan Yogyakarta. VOA Indonesia. https://www.voaindonesia.com/a/sri-sultan-ingin-akhiri-polemik-di-kasultanan-yogyakarta/2761048.html

Sianipar, D. (2021). Penerus Tahta Dalam Pemerintahan Daerah Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarakan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 88/Puu-Xiv/2016. " Dharmasisya” Jurnal Program Magister Hukum FHUI, 1(2), 12. https://scholarhub.ui.ac.id/dharmasisya/vol1/iss2/12/

Surahman, S., Sihabudin, A., Faiz, F., & Sigit, R. R. (2024). Social Judgment Sabda and Dawuh Hamengkubuwono X Regarding the Appointment of the Crown Princess. Nyimak Journal of Communication, 8(1), 59–80. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31000/nyimak.v8i1.9240

Syaifudin, T. M. G. (2017). MK Kabulkan Gugatan UU Keistimewaan DIY, Sultan Minta Semua Pihak Menghormati. KOMPAS.Com. https://regional.kompas.com/read/2017/08/31/17165391/mk-kabulkan-gugatan-uu-keistimewaan-diy-sultan-minta-semua-pihak-menghormati

Tifani. (2022). KGPAA Paku Alam VIII Dinobatkan Jadi Pahlawan Nasional, Ini Jasanya. Liputan 6. https://www.liputan6.com/regional/read/5118502/kgpaa-paku-alam-viii-dinobatkan-jadi-pahlawan-nasional-ini-jasanya

Tuanaya, H. H. (2022). LEGAL STANDING APPOINTED STATE CIVIL APPARATUS IN REPLACEMENT THE HEAD REGION OF REGION AUTONOMY POST CONSTITUTIONAL COURT VERDICT NO. 67/PUU-XIX/2021 APRIL 20, 2021. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 11(2). https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v11i2.928 DOI: https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v11i2.928

Vicka, P. (2017). Sejarah Pengangkatan Hamengkubuwono X jadi Gubernur DIY. Medcom.Id. https://nusantara.medcom.id/jawa-tengah/peristiwa/0k8LMZok-sejarah-pengangkatan-hamengkubuwono-x-jadi-gubernur-diy

Wicaksono, P., & Cahyana, L. (2020). Peringatan Sultan HB X Naik Tahta Istimewa Ini Sebabnya. Tempo.Co. https://travel.tempo.co/read/1308419/peringatan-sultan-hb-x-naik-tahta-istimewa-ini-sebabnya

Downloads

Published

2025-08-02

How to Cite

Kariem, M. Q., & Ginting, M. A. A. P. A. (2025). Mewujudkan Legitimasi Kultural dalam Kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono X. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 10(3), 594–605. https://doi.org/10.36982/jpp.v10i3.5874

Issue

Section

Articles
external-statistic-user-interface-budi-arianto Abstract views: 369 / PDF downloads: 978